Benchmarking Is Essentially Imitation With Modification

Yonatan Wiyoso

Abstract


Negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia sering mengalami persoalan dalam mengimplementasikan paradigma baru pemerintahan seperti holow state, privatization, reinventing government, dan good governance. Pada sektor corporate muncul yang disebut benchmarking yang diterjemahkan menjadi “patok banding” yang pada hakekatnya mengandung arti sebagai metode atau proses serta produk terbaik dari organisasi untuk kemudian ditiru di lingkungan organisasi sendiri dengan modifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku dengan tujuan untuk mencapai perbaikan dan penyempurnaan. Hal tersebut sering dinyatakan “benchmarking is essentially imitation with modification” Dalam mengoperasionalkan esensi atau hakekat benchmarking ini diperlukan model dan langkahlangkah antara lain 4 tahap dari Gregory Watson, model “motorolla”, dan model “monash” yang meliputi 13 langkah oleh Malcom Rimer.at.all. Implementasi model/langkah tersebut perlu dituangkan dalam perencanaan stratejik yang dipatri dengan nilai/value, sehingga dalam karya tulis ilmiah ini mengemukakan tentang etika benchmarking yang meliputi 6 etika menurut The American Productivity and Quality Center's Internartional Benchmarking Clearing House. Benchmarking pada dasarnya juga merupakan pola perubahan perilaku dan menurut Peter Senge dan Achein sering membicarakan dalam learning organization, untuk itu karya tulis ilmiah ini diakhiri dengan benchmarking menuju benchlearning dalam organisasi publik.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35880/.v6i2.31

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Inspirasi



JURNAL INSPIRASI INDEXED BY:

 Google Scholar     Sinta   

__________________________________________________________________________________________________________

@2018Jl. Kolonel Masturi No.11, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat 40511

Powered by OJS Modified donz